Senin, 02 November 2015

Network Marketing Is NOT The Business For The 21st Century

 Take responsibility for your finances or get used to taking orders for the rest of your life.  You’re either a master of money or a slave to it. Your choice.  [Read more] 
 Network Marketing Is NOT The Business For The 21st Century

If you are new to business and in particular network marketing then "welcome". You are the right place, we strongly believe that building a network marketing business is one of the smartest things you can do your time and money in today economy.

In order for you to be really successful in network marketing, it is important to understand why you should even borther. The truth is that it takes time, effort and energy to bulid a business. Most people are quite comfortable with where they are, so why bother?

Below are the top 20 reasons why starting a network marketing business right now is one the smartest things you can do, but first we must understanding that we are now living in a new age. " The information age". Living in the information age. For the last 2000 years of human history, we lived in the "Agrarian age". This was a time when it was all about farming. Whoever owned the farms and the land, controlled the wealth.

In the 20th Century, we moved in a new age called the "Industrial Age". The first big corporate giants including Andrew Carnegie and Henry Ford, with their huge steel and car companies dominated the business world it was whoever owned the factories that controlled the wealth.

From the year 2000 onwards, with the rise of the internet we moved in to a new age. " The information age". Today, companies like twitter and facebook are changing the business world. Today, it is about building and owning networks. This has levelled the playing filed, there has never been a better time in history to build and own your business. Are you set to take advantage?

Selasa, 28 Juli 2015

Selasa, 21 Juli 2015

7 Kisah Cinta

  • Cinta Pertama
Cinta pertama umunya merupakan langkah awal untuk memisahkan diri dari orang tua dan menjadi diri sendiri. Dalam situasi apapun, cinta pertama kita adalah objek transisi, seseorang yang cocok dengan kebutuhan khusus kita saat itu. Cinta pertama itu memang indah dan tak bisa dilupakan, tetapi tidak jarang juga, cinta pertama tetap berkembang ke arah yang sama.
  • Cinta Sang Penyelamat

Kisah cinta ini sangat menyenangkan jika si wanita memilih pasangan yang pantas menerima segala usahanya dan jiwa si wanita tidak memerlukan si pria untuk menjadi penyelamatnya. Kalau selama ini kita rela berkorban dan memberikan apapun untuk si dia yang sedang kesusahan tanpa rasa pamrih, bukan tidak mungkin, aksi penyelamatan itu kita lakukan dengan harapan kita bakal mendapatkan balasan kasih sayang dari si dia. Dengan kata lain menolong si dia berarti menolong diri kita sendiri. Kisah penyelamatan bisa juga berubah menjadi bumerang yang dapat menghancurkan diri kita sendiri. Contohnya bila kita selalu pasrah menghadapi si dia yang ringan tangan. Kita takut kalau kita bakal melukaisi dia kalau kita meninggkannya, sementara kalau dibiarkan, kondisi malah bisa menghancurkan diri kita sendiri.
  • Cinta Pembimbing

Kebanyakan diri kita (wanita) ingin mendapatkan pasangan yang bisa memberi pengetahuan praktis tentang segalanya. Pasangan yang juga bisa jadi guru seseorang yang kita kagumi dan yang dapat menolong kita mengembangkan bakat potensi kita sendiri. Syukur-syukur kalau kita bisa menemukan orang yang tepat seperti yang kita harapkan. Jika tidak, harapkan, yang terlalu besar bisa kita jadi terlalu banyak menuntut. Hasilnya? Hubungan cinta malah berantakan?
  •  Cinta Segitiga

Tidak jarang wanita cenderung tertarik dengan pria yang sudah terikat, atau sebaliknya wanita yang gemar berpetualang cinta setelah terikat. Kenyataannya, kata terikat menimbulkan tantangan dan godaan yang tidak bisa dilepas, ditepis. Apalagi bila hubungan cinta yang dimiliki tidak mulus-mulus. Memang sih, tidak ada salahnya untuk sekali-sekali berpikir bahwa kita juga berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. Terperangkap antara keinginan dan kenyataan memang sulit, tapi daripada mencari masalah baru, mengapa tidak menyelesaikan masalah yang lama dulu?
  •  Cinta Minus Usaha

Tidak selamanya kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa usaha. Banyak orang yang malas berusaha dalam cinta. Mereka berpikir bahwa cinta akan datang tanpa dicari. 
"Kalau memang jodoh, nanti juga ketemu, kok." 
Tapi bagaimana kita bisa live happily ever after dengannya kalau kita jual mahal untuk tidak mau memulai menelpon duluan? Cinta sejati tidak selamanya datang membawa kebahagiaan begitu juga yang menghampiri kita pada kenyataan-nya kesempatan kita untuk mencintai seseorang bisa lenyap bila kita tidak berani mengambil langkah pasti.
  • Cinta Berbeda Status
Banyak wanita yang mendambakan pria dengan status sosial yang lebih tinggi. Tapi perbedaan status sosial yang terlalu 'jomplang' kadang kala bisa bikin salah satu pihak merana, bila ikatan emosional di antara keduanya kurang kuat. Lingkungan juga memberikan pengaruh yang cukup besar pada kisah cinta model Cinderella bila kita sering diperlakukan tidak adil dan merasa ini dengan kehidupan mereka yang status soalnya lebih tinggi, bukan diri dengan merebut cinta seseorang yang berasal dari golongan tersebut.
  •  Cinta Obsesif
Seseorang bisa terobsesi dengan cinta baginya dengan memiliki orang dicintainya, dia akan mendapatkan apa yang selama ini dia dambakan. Sayangnya, tidak selamanya segala sesuatu berjalan mulus. Karena merasa hidupnya tergantung pada hubungannya dengan orang yang dicintainya,dia menolak kenyataannya bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan Dia yakin akan tiba saatnya dia mendapatkan kembali cinta itu. Kalau kita mengalami model cinta seperti ini, cobalah menghadapi kenyataan dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat kita menghargai diri sendiri, bertemu orang-orang baru yang bisa membuka pikiran kita, serta menambah wawasan dengan hal diluar masalah kita.


CINTA TAK SELAMANYA INDAH

Minggu, 19 Juli 2015

[Summary Film] 3 Idiots

Hidup adalah sebuah perlombaan, jika Anda tidak cukup cepat, maka Anda akan diinjak-injak. Begini lah kalimat yang di ucapkan dari film 3 idiot, Saya sangat terkesan dengan film ini karena film ini mengajarkan tentang bagaimana kita bisa memiliki sistem pendidikan yang benar dimana kita juga bisa memiliki banyak unsur edukasi. Pemikiran seperti tokoh dalam film 3 idiot yaitu Rancho, dia berpikir agar bisa memperbaiki SDM (Sumber Daya Manusia) dari suatu negara dan juga sistem pendidikan yang ada di negara kita. Dia berkata 
"Jangan Berhenti Untuk Belajar." 
Tanpa belajar kita tidak akan bisa maju dalam menggapai kesukessan kita. Universitas adalah dasar kita menimbah ilmu yang lebih luas dan lebih mendalam bukan mengajarkan hal-hal yang tidak baik sehingga itu membuat kita menjadi tertekan. Tidak mudah untuk menggapai sebuah kesuksesan tetapi jika kita mau berusaha kita pasti bisa. Seperti kalimat yang saya dapatkan setelah menonton film 3 idiot adalah 
"Menghafal memang menghemat 4 tahun masa kuliah kita, tapi justru akan menghancurkan 40 tahun masa kerja kita nantinya."
Pahamilah secara lebih dekat, karena otak manusia bukanlah mesin dan ilmu bukanlah manuscript. Membangun sebuah bisnis itu mudah saja ketika kita membangun itu berdasarkan apa yang telah menjadi passion/ hobby kita dan jika kita tidak mau dianggap bodoh atau direndahkan orang lain maka kita harus mampu menunjukan kalau kita juga bisa lebih dari mereka. Belajar dan berusaha itu juga merupakan kunci kesuksesan, meskipun terlihat idot namun jika kita bisa menciptakan suatu karya yang penuh inovasi maka orang yang melihat tidak akan menganggap rendah lagi.

Senin, 15 Juni 2015

Difficult to love my father

There is no one moment in my memory that shows that my father has an important role in my life.
In times of my growth, and certainly not by the time I became a rebellious teenager. My father was always busy with his work, struggling to make a living to support our families. At that moment, I could not understand why he was too busy to accompany me. I respect him, but I didn't love her.

Of course that doesn't mean I always fight with my father. Actually, there are also unpleasant times we spent together, for example, when our family out to dinner or get together with relatives when there is a party celebration. However, behind all that stored distaste, that comes out every time we quarreled. We argue about the value of my test bad, about my inability to do the simplest thing he asked about how dad doesn't understand me, and about the painful words. As a result, our relationship became more distant.

When my father reached the age of 50 years, we found that he was suffering from advanced cancer.
For two years, my father tried all kinds of treatments, both Western and Eastern medicine, but in vain. My father finally gave up, but in the condition it was I wasn't give a damn. I continue to harbor bitterness in our hearts and have virtually no sympathy for him. A few months after deciding not to undergo any treatment, my father died.  I didn't cry at all during the time of keeping the his remains and the funeral takes place.

A week after the funeral, I took the bus and saw the passengers lively conversation with someone sitting next to. As he took a seat, I remembered my father who used to sit next to me, laughing, he joked, his words, his smile, and the times that I miss him at dinner. Suddenly felt my cheeks warm and wet. By the time I climbed on the bus a conversation with some people in the bus brought me goodness and sacrifice that the father has given me in the days she was still alive. I hurriedly got off the bus, sitting on the edge of the road, and for the first time after my father died, I burst into tears.
I began to regret the mistakes I've done, I cry over my father but it was useless, I know it is too late, but at the time I recall my heart would melt because given that he will never come back again.


That night, I told my mother about what happened in the way home. Mother then tells how the ropes are sometimes ridiculous, my father had attempted such a way as to make up for lost time when I was a teenager. He did his best to get involved with things that interest me, but I even consider going to interfere in my business and it makes me even to maintain bitterness against what my father did to me. Really I would regret all of this I can not even see what is really the love of a father for his son.

To this day, the memory of my father is still attached at the back of my mind, including utterances that first I did not understand or I consider "junk". I also now realize how my anger has become a barrier to relationships with people who have been seeking the best for me. I was too imperious to respond to it, until I, too, failed to apply the advice of the apostle Paul in Ephesians 4:26 Where the contents of Ephesians 4:26 is "If you are angry, don't sin: do not let your anger sunset"

Maybe I will never again be able to see my father, because until the end of his life he didn't believe in Christ. However, if one day God gave me a chance to see it again, I'll tell him what I could never say during his life: "I love you, Dad."

This article is drawn from : [read more] Susahnya Mencintai Ayahku  The Indonesian version

Rabu, 10 Juni 2015

Today Quotes



Indonesia Version : Mulailah Memberi

If nobody compassion in your difficulties.
Or, no one wants to celebrate your success.
Or nobody is willing to listen, look, pay attention to anything on yourself.
Don't enter into the heart.
Human beings are always preoccupied with his own affairs.
Humans mostly prioritize its own interests.
You don't need to enter it into the heart.
Because only be stifling and burdening your step.
Lighten your life by giving to others.
The more you give the more you take life easy.

Stand in front of the window.
Look out.
Ask yourself, what can you give to this world.
There must be a strong reason why you are present here.
Not to whine or ask your flattering world.
Your existence is not for vanity.
Even a worm was turned to loosen the soil.
And, a stone compacted to withstand the mountain.
How great you with all the strength that is not owned by anyone to change the world.
It is only realized if you want to give it.

Advertise